Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggrisstatistics) berbeda dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritme statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasisampelunit sampel, dan probabilitas.

Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnisekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan. (Wikipedia)

TRANSFORM

 3. Transform: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling berpapasan. Gerakan ini sejajar dan tidak tegak lurus dimana menghasilkan sesar mendatas jenis Strike Slip Fault. Contohnya adalah sesar San Andreas di Amerika Serikat.

KONVERGEN

2. Konvergen: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling mendekati satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya kompresional. Ada tiga jenis pergerakan konvergen yaitu:

  • Subduksi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng samudera, dimana lempeng samudera akan menunjam ke bawah lempeng benua karena berat jenis lempeng benua lebih ringan dibandingkan dari lempeng samudera. Contohnya adalah palung yang memanjang dari sebelah barat Sumatra, selatan Jawa, hingga ke sealatan Nusa Tenggara Timur.
  • Obduksi: Pergerakan konvergen diantara kerak benua dengan kerak samudera, dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudera. Penunjaman ini terjadi karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen yang kemudian penunjaman tersebut membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudera.
  • Kolisi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng benua.Kedua lempeng tersebut memiliki massa jenis yang sama sehingga membentuk pegunungan lipatan yang sangat tinggi. Contohnya: Pegunungan Himalaya

DIVERGEN

1. Divergen: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling menjauh satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya tarikan (tensional). Divergen ini menyebabkan naiknya magma dari pusat bumi yang akan membentuk lantai samudera atau kerak samudera. Contohnya adalah MOR (Mid Ocean Ridges) di dasar samudera Atlantik.

Geologi

Apa Pengertian dari Divergen, Konvergen, dan Transform itu? – Sudahkah anda mendengar kata divergen, konvergen, dan transform? Bagi orang awam, kata-kata tersebut mungkin baru sekarang mendengarnya, tetapi bagi para geologist sudah sering sekali mendengar kata-kata tersebut. Sudah menjadi pelajaran dasar di bidang geologi. Kata-kata tersebut merupakan istilah-istilah pada teori tektonik lempeng. Lihat jg teori-teori yang lain yang sudah dijelaskan sebelumnya pada Sejarah Perkembangan Ilmu Geologi. Sebelum kita melaju lebih lanjut, alangkah lebih baiknya memahami komposisi isi perut bumi untuk memudahkan pengertian pada pembahasan kali ini.

Alfred Wegener (1912) adalah seorang yang membuat suatu hipotesis pergeseran benua (continental drift) dan merupakan awal mula dari teori tektonik lempeng. Hipotesis ini kemudian dikembangkan lagi dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Continents and Oceans” di tahun 1915. Isinya berkata bahwa benua-benua yang sekarang ada, dulu merupakan suatu bentang alam yang bergerak saling menjauh satu hingga yang lain, sehingga memecahkan benua-benua tersebut yang dari inti bumi seperti ‘bongkahan es’ dari granit yang bermassa jenis rendah dan mengambang di atas lautan basal yang padat.
Teori ini mengatakan bahwa kerak bumi bergerak mengapung dan tidak bersifat permanen. Pada Penjelasan Komposisi Isi Perut Bumi menjelaskan bahwa kerak bumi beserta mantel atas bagian atas membentuk suatu kesatuan yang disebut lapisan litosfer. Litosfer tersebut mengapung diatas lapisan astenosfer. Teori tektonik lempeng atau dapat disebut dengan “Plate Tectonic” ini mempelajari hubungan antara deformasi dengan pergerakan lempeng.

Halo dunia!

Selamat datang di WordPress. Ini adalah pos pertama Anda. Edit atau hapus pos ini, lalu mulailah menulis!